Breaking News

Sarbudiono, S.Pd: Perang Melawan Stunting di Bangka Barat Menuju Zero Stunting

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

MENTOK, BANGKA BARAT — Perang tidak selalu ditandai dentuman.
Tidak selalu hadir dalam riuh suara atau barisan yang berderap.

Di Bangka Barat, perang itu berlangsung di dapur-dapur sederhana, di air yang tak selalu layak diminum dan di piring anak-anak yang kadang tak cukup terisi.

Perang itu bernama stunting.

Di balik layar yang sering tak terlihat, DP3AP2KB Bangka Barat berdiri sebagai garda depan, merajut langkah, menyusun strategi dan menggerakkan kesadaran bersama. Di tangan Sarbudiono, S.Pd, perang sunyi itu menemukan arah.

Bagi sebagian orang, stunting hanyalah istilah kesehatan.
Namun bagi DP3AP2KB Bangka Barat, ia adalah luka sosial yang mengendap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam wawancara via telepon, Jumat (10/04/2026), Sarbudiono mengurai persoalan itu dengan tenang, namun tajam.

“Stunting bukan hanya soal makanan. Lingkungan, air bersih, kondisi tempat tinggal, hingga kesehatan ibu saat mengandung semuanya berperan.” ujarnya. 

Pernyataan itu menegaskan posisi DP3AP2KB bukan sekadar pelaksana program, tetapi sebagai institusi yang membaca persoalan secara utuh dari hulu hingga hilir.

Di banyak rumah di Bangka Barat, dapur menjadi saksi bisu perjuangan keluarga.

Di sanalah seorang ibu harus memilih cukup atau bergizi,
murah atau sehat.

DP3AP2KB Bangka Barat melihat realitas ini bukan sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai konsekuensi dari tekanan ekonomi.

“Ketika ekonomi tidak terpenuhi, sulit menyediakan makanan bergizi. Bahkan untuk mendapatkan lingkungan yang layak pun menjadi tantangan.” kata Sarbudiono. 

Dalam kondisi seperti itu, stunting tumbuh perlahan tanpa disadari, tanpa dilawan.

Di sinilah peran DP3AP2KB menjadi penting mengintervensi bukan hanya akibat, tetapi akar persoalan.

Sehari sebelum wawancara ini, langkah lain dilakukan. Melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bangka Belitung, DP3AP2KB mendorong literasi keuangan dalam program GENTING di Simpang Teritip.

Bagi DP3AP2KB Bangka Barat, ini bukan sekadar kegiatan tambahan.

Ini adalah strategi.

“Pengelolaan keuangan keluarga membantu memenuhi kebutuhan hidup, termasuk gizi anak,” ujar Sarbudiono.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perang melawan stunting tidak bisa hanya dengan bantuan makanan, tetapi dengan membangun cara berpikir baru di tengah masyarakat.

Dalam setiap langkahnya, DP3AP2KB Bangka Barat menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan.

Rumah bukan sekadar tempat tinggal. Ia sebagai benteng.

“Perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak sangat menentukan,” tegas Sarbudiono.

Namun DP3AP2KB juga menyadari, benteng itu harus diperkuat dengan edukasi, pendampingan dan kesadaran kolektif.

“Hidup sehat tidak harus mahal, tetapi harus memenuhi standar kebersihan dan kecukupan gizi,” ujarnya.

Kalimat ini menjadi semacam prinsip yang terus digaungkan dalam setiap program DP3AP2KB di Bangka Barat.

Perang ini tidak bisa dimenangkan sendiri.

DP3AP2KB Bangka Barat, bersama BKKBN dan berbagai elemen, terus membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kami mendorong semua pihak untuk ikut serta. Ini bukan hanya tugas pemerintah.” kata Sarbudiono. 

Di sini, DP3AP2KB tidak hanya bekerja sebagai institusi, tetapi sebagai penggerak yang menghubungkan kebijakan dengan realitas masyarakat.

Di tengah kompleksitas persoalan, DP3AP2KB Bangka Barat menetapkan satu tujuan besar menuju zero stunting.

Sebuah target yang tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi tentang masa depan generasi.

“Harapannya, kita bisa mencapai zero stunting, sehingga generasi yang lahir benar-benar berkualitas,” ujar Sarbudiono.

Target itu adalah komitmen.
DP3AP2KB Bangka Barat memilih untuk berdiri di garis depan komitmen itu.

Di Bangka Barat, perang melawan stunting tidak berlangsung di panggung besar.

Ia berjalan di ruang-ruang kecil di rumah,
di dapur dan di kehidupan sehari-hari.

Namun di balik itu semua, ada satu kekuatan yang terus bekerja yaitu 
DP3AP2KB Bangka Barat.

“Ayo bersama menciptakan keluarga yang sehat, cerdas dan berkualitas,” ujar Sarbudiono, S.Pd.

Sebuah ajakan yang sederhana, namun menjadi fondasi dari seluruh perjuangan.

Karena pada akhirnya, perang melawan stunting bukan hanya tentang program. Ia tentang kesadaran yang tumbuh dan gerakan yang dilakukan bersama.

Di Bangka Barat, DP3AP2KB memastikan satu hal perang itu tidak akan berhenti sehingga stunting benar-benar hilang.
© Copyright 2022 - ungkap.update24jam